Sabtu, 06 Desember 2008

Cerita Dalam Pendidikan SD / MI

Cerita adalah salah satu metode yang paling sering digunakan dalam pembelajaran seni berbahasa, karena dalam metode ini terdapat berbagai aspek yang sangat diperlukan dalam perkembangan kejiwaan anak.

Bagi anak-anak, duduk manis menyimak penjelasan dan nasihat merupakan sesuatu yang tidak menyenangkan, sebaliknya, duduk berlama-lama menyimak cerita atau dongeng adalah aktivitas yang mengasyikkan. Oleh karenanya, memberikan pelajaran atau nasihat melalui cerita atau dongeng adalah cara mendidik yang bijak dan cerdas. Mendidik dan menasehati anak melalui cerita memberikan efek pemuasan terhadap kebutuhan akan imajinasi dan fantasi.


Cerita dapat digunakan oleh orangtua dan guru sebagai sarana mendidik dan membentuk kepribadian anak melalui kegiatan transmisi budaya atau cultural transmission approach. Dalam cerita, nilai-nilai luhur ditanamkan pada diri anak melalui penghayatan terhadap makna dan maksud cerita. Anak memilki referensi yang mendalam, karena setelah menyimak anak melakukan serangkaian aktivitas kognisi dan afeksi yang rumit dari fakta cerita seperti nama tokoh, sifat tokoh, latar tempat, waktu dan budaya, serta hubungan sebab akibat dalam alur cerita dan pesan moral ayng terdapat di dalamnya. Makna kebaikan, kejujuran sama, toleransi misalnya, berakumulasi pada benak anak mengisi lobus-lobus dalam leksikon mental dan ensiklopedi mental.(Tadzkirotun, 2008). Proses ini lebih kuat diterima anak daripada mendengan nasihat atau penjelasan.

Bercerita menjadi sesuatu yang penting bagi anak karena beberapa alasan :
  1. Bercerita merupakan metode dan materi yang dapat diintegrasikan dengan dasar keterampilan lain, yakni menyimak, membaca, menulis dan berbicara.
  2. Bercerita memberikan “pelajaran” budaya dan budi pekerti yang memiliki retensi lebih kuat daripada “pelajaran” budi pekerti yang diberikan melalui penuturan dan perintah langsung.
  3. Bercerita mebangkitkan rasa tahu anak akan peristiwa atau cerita, alur, plot, dan yang demikian itu menumbuhkan kemampuan merangkai hubungan sebab akibatdari suatu peristiwa dan memberikan peluang bagi anak untuk menelaah kejadian-kejadian disekelilingnya.
  4. Bercerita memberikan daya tarik bersekolah bagi anak karena di dalam bercerita ada efek rekreatif dan imajinatif yang dibutuhkan anak. Kehadiran cerita membuat anak lebih joy in school dan memiliki kerinduan bersekolah Karena cerita menyenangkan bagi anak, hal itu membantu membantu pembentukan serabut syaraf pada anak. Setiap respon positif yang dimunculkan anak, akan memperlancar hubungan antar neuron. Secara tidak langsung, cerita merangsang otak untuk menganyam jarikan intelektual anak.
Arti penting cerita bagi pendidikan anak, tidak dapat dilepaskan dari kemampuan guru dalam mentransmisikan nilai-nilai luhur kehidupan dalam bentuk cerita dan dongeng. Kemampuan guru/pendidik dalam bercerita dan mengelola kegiatan bercerita menjadi tolok ukur dalam kebermaknaan cerita itu sendiri, karena tanpa itu, dongeng dan cerita tidak akan memberikan makna apa-apa bagi anak.
Read More…

Related Posts by Categories



Widget by Hoctro | Jack Book

Your cOmment"s Here! Hover Your cUrsOr to leave a cOmment.